MENGHARGAI WAKTU ALA GUE
19.44Selamat pagi para pembaca setia blog gue. Karena hari ini gue nulis blognya pagi-pagi dan di sela-sela waktu senggang ngantor. Gue rasa gue perlu nulis blog buat ngeluarin uneg-uneg yang mengganggu hidup gue.
Mohon maaf sebelumnya, gue ganti kata aku menjadi kata "gue" yang lebih terdengar akrab di telinga para pembaca yang seumuran dengan gue.
Pembahasan kali ini adalah tentang bagaimana cara menghargai waktu ala gue.
Banyak orang diluar sana, termasuk gue yang menyesali hidupnya karena telah melewatkan waktu berharganya. Misalnya dulu gue melewatkan waktu penting untuk ngobrol bersama keluarga, atau dulu gue melewatkan waktu untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur tes SBMPTN. Yang pada akhirnya sekarang gue belum bisa jadi apa-apa dan belum bisa bahagiain siapa-siapa.
Tapi gue berusaha tidak terlalu menyesali hal tersebut. Gue berusaha fokus untuk menata masa depan yang lebih baik. Salahsatunya adalah gue harus lebih bisa menghargai waktu. Gue berusaha semaksimal mungkin untuk memprioritaskan apa yang menurut gue penting dan berdampak baik, dan meninggalkan apa yang tidak baik buat gue.
Contohnya, karena gue terlalu banyak nongkrong dan ngga dapet apa-apa, akhirnya gue berjalan di tempat. Punya ide untuk buka usaha akhirnya terhambat karena kehabisan modal dan kehabisan waktu. So, solusinya menurut gue adalah kurangin waktu nongkrong. Boleh lah sebulan sekali atau sebulan 2 kali. Yang penting jangan keseringan.
Lalu, gue ini orangnya pemalas. Setiap kali gue pulang ngantor, gue selalu rebahan dan bengong atau sembari nonton youtube. Gue melewatkan waktu berharga gue untuk bersih-bersih kamar dan semakin menumbuhkan rasa malas pada diri gue. Solusinya adalah kurangin rebahan, banyakin gerak, dan paksakan. Gue masih percaya, segala sesuatu yang baik bisa kita capai kalau kita mau memaksakan diri dan tidak terlalu memikirkannya secara berlebihan.
Kemudian di tempat kerja. Gue seringkali lembur karena gue dulunya sering sekali menunda-nunda pekerjaan. Pada akhirnya, semua kerjaan itu menyatu menjadi satu, menumpuk bagai gunungan kertas untuk dikerjakan. Sedangkan bos tidak mau tahu soal itu. Akhirnya yang terjadi adalah timbulnya rasa stress berlebih pada diri gue. Gue jadi pribadi yang lebih emosional, waktu gue terbuang sia-sia, dan apalagi tenaga gue yang makin terkuras. Untungnya gue adalah orang yang jarang sekali sakit. Tapi sekalinya gue sakit, gue bisa 3 sampai 1 minggu ngga masuk kerja. Gila ngga tuh?
So, mulailah menghargai waktu. Karena nanti, dampaknya kalian sendirilah yang akan merasakannya. Bukan orang lain. Ya mungkin beberapa orang akan merasa dirugikan karena lo tidak menghargai waktu. Karena waktu tidak bisa diulang kembali dan terus berjalan kedepan, ketika lo merasa tertinggalkan oleh waktu tersebut, solusinya adalah terus berjalan kedepan dan jangan sering-sering melirik kebelakang.
Itu aja. Sorry kalau sekiranya tulisan gue berantakan. Maklumin aja, udah lama ngga nulis lagi hehe..
Semoga bermanfaat. Terimakasih, dan sampai jumpa di tulisan yang akan datang.
0 komentar