Dani dan cita citanya

02.22

"Selesai.. " Ujar dani setelah selesai menempelkan peta dunia besar di dinding kamarnya. 


Usai putus dengan viola, kekasih hatinya yang dani pikir akan menjadi Istrinya, dani sempat kehilangan arah hidup. Dani menjadi tidak bersemangat lagi dan sering mengabaikan temannya. Padahal dani adalah sosok yang periang yang punya pikiran berwarna dibandingkan teman temannya. 

Dani sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri dari sepeda motor yang dia bawa sangat kencang. Tapi dani terlalu naif untuk mati muda. Dia masih sempat memikirkan apa yang akan di tanggung nya jika dani tidak jadi mati. Tentu saja, biaya rumah sakit, dan kendaraan yang telah dani rusak oleh motor tuanya. Lagi pula, motor dani tidak dapat dibawa ngebut olehnya. 

Setiap sore dani selalu menghabiskan waktunya di kafe kecil yang baru saja buka. Dani enggan ngopi di kafe favoritnya lagi. Karena dani tahu, di tempat itu banyak sekali kenangan dia bersama mantannya, viola. Jika dani sudah bosan dengan tempat ngopinya, dani pun pulang ke rumah dan kembali menangis seharian di kamarnya. Cengeng. 

Sebenarnya yang dani tangisi bukan soal putusnya hubungan dani dengan viola. Namun tentang kabar dari temannya viola yang melihat viola kembali menjalin kasih dengan mantannya. Hal itu dibuktikan oleh dani yang melihat viola pulang dijemput oleh mantannya di kantornya viola. Kecewa, marah, tapi dani terlalu naif untuk mengutarakannya kepada viola. 

Malam berikutnya dani yang sedang bermain game sendiri di kamarnya dikejutkan oleh kakak keduanya yang baru saja pulang dari jakarta. Dani mendapat tawaran bekerja di sebrang pulau Jawa untuk kontrak 2 tahun di bidang proyek. Dani terkejut ketika kakaknya meminta CV dani untuk di kirimkan ke manajer proyek untuk bekerja di luar pulau Jawa. Dani yang sebelumnya murung, seketika bersemangat karena melihat kesempatan untuk mewujudkan salah satu mimpinya yaitu keliling Indonesia. 

Keesokan harinya dani pergi ke sebuah toko di bilangan kota Serang. Dani membeli peta dunia berukuran besar untuk tempelkan di dinding kamarnya. 

Meskipun dani kehilangan satu mimpi besarnya yaitu menikah dengan viola, dani masih bisa mencapai mimpi besar lainnya yaitu keliling Indonesia, bahkan keliling dunia. Lagi lagi dani tersadarkan, bahwa hidup tidak melulu tentang mencari cinta, tapi juga menggapai cita cita. 

Hari itu dani baru saja memulai kisahnya yang menarik untuk di ceritakan kepada semua orang. 

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook