Sekedar menulis cita-cita
07.45
Tepat di hari ini, terhitung sudah 3 tahun aku lulus dari bangku SMK. Itu artinya aku harus sudah siap untuk menghadapi fase dewasa, dimana kita akan bertemu dengan berbagai persoalan dan harus menyelesaikannya sendiri.
Setahun semenjak aku lulus SMK, aku masih belum bisa lepas dari kenangan manis di bangku SMK. Aku sangat ingat sekali saat kelas 2 SMK, Organisasi Siswa Intra Sekolah mengadakan sebuah seminar yang bernama Dream Fighter. Memang pada saat itu aku tidak tertarik dengan seminar seperti itu. Saat itu aku lebih tertarik untuk menghabiskan waktu berjam-jam di warnet atau kencan dengan pacar. Namun sahabatku Ryan tak pernah bosan untuk menceritakan pengalamannya saat menjadi panitia seminar Dream Fighter. Ryan bilang, masing-masing dari kita harus menulis mimpi kita, menggantungkannya di langit dan berusaha untuk menggapainya.
Saat itu aku yang masih bandel tidak mempedulikan kata-kata Ryan. Bagiku itu adalah hal yang sangat bodoh. Kita yang menulisnya, kita yang menaruhnya di tempat yang tinggi, lalu kita juga yang harus menggapainya. Pada saat itu aku masih tidak percaya akan cita-cita. Menurutku, cita-cita akan selalu berubah sesuai kebutuhan manusia pada saat itu. Seperti halnya dulu aku yang bercita-cita ingin menjadi tentara, lantas sirna karena aku sangat lemah dan mudah menangis.
Saat itu aku yang masih bandel tidak mempedulikan kata-kata Ryan. Bagiku itu adalah hal yang sangat bodoh. Kita yang menulisnya, kita yang menaruhnya di tempat yang tinggi, lalu kita juga yang harus menggapainya. Pada saat itu aku masih tidak percaya akan cita-cita. Menurutku, cita-cita akan selalu berubah sesuai kebutuhan manusia pada saat itu. Seperti halnya dulu aku yang bercita-cita ingin menjadi tentara, lantas sirna karena aku sangat lemah dan mudah menangis.
Setahun kemudian menjelang kelulusan dan seusai menyelesaikan proyek buku tahunan, aku mengatakan hal yang serius kepada sahabatku Eja. Pagi itu, sepulang menginap dirumahnya dan di depan pintu rumahnya aku berkata padanya. Aku ingin menjadi desainer grafis, bekerja di sebuah percetakan, mempelajari ilmunya lalu membuka sendiri usaha percetakan. Dan sepulang dari rumah Eja, aku menuliskan cita-citaku di buku harian agar aku selalu ingat pada hari itu dan pada perkataanku. Kini aku mulai percaya kepada cita-cita.
Beberapa orang bilang "setiap perkataan akan menjadi do'a". Maksudnya berkatalah yang baik, karena semua akan terjadi pada kita. Hari ini di tahun 2019 aku merasa semakin dekat dengan mimpi dan cita-citaku. Sudah 3 tahun aku bekerja di percetakan sebagai seorang desainer grafis. Dan kini aku sedang merintis usaha percetakan di rumah.
Tulislah cita-citamu di selembar kertas sebanyak mungkin, lalu gantung dan letakkan di dinding kamarmu yang nantinya akan selalu kamu lihat saat bangun dan menjelang tidur. Lalu bersungguh-sungguhlah untuk meraihnya, jangan pernah berputus asa, dan jangan biarkan dirimu hanya sekedar menulis cita-cita tanpa ada usaha untuk mewujudkannya.
0 komentar