Kenapa aku menulis?

10.51

Siang ini di kantor lantai 2, aku mulai menulis di blog pribadi yang baru. Sejak kelas 2 SMK aku memang suka sekali menulis. Beberapa kali aku menunjukkan karya tulisku kepada teman-teman dan sahabat perempuan pertamaku. Iya, sahabat perempuan. Namanya adalah Ina, boleh kubilang dia adalah sahabat perempuan pertamaku dan teman pulang sekolahku.

Waktu itu tulisanku masih sangat jelek. Bahkan tulisaknku saat ini lebih jelek dari sebelumnya. Susunan kalimatnya masih berantakan. Jalan ceritanya tidak jelas. Tapi Ina ngga pernah bilang tulisan aku jelek. Yang ada dia selalu tertawa saat membaca tulisanku yang jelek ini. Katanya, unik, aneh, absurd dan alay. Ina mendukung aku untuk jadi penulis.
Kala itu tulisanku selalu bercerita tentang mantan atau kejadian absurd yang sulit dijelaskan. Aku terinspirasi dari kak Raditya Dika setelah membaca novelnya dan menonton film buatannya. Sampai pada suatu hari mantanku pernah bertanya. "Kamu niru kak Raditya Dika ya?". Saat itu aku terdiam, dan berhenti menulis.

Singkat cerita aku lulus dari SMK dan mulai bekerja di salah satu perusahaan swasta di bidang percetakan. Aku menduduki posisi sebagai desainer grafis. Selain ingin menjadi penulis, aku juga bercita-cita untuk memiliki perusahaan percetakan sendiri. Oleh karena itu, langkah pertamaku adalah bekerja di percetakan.

Setelah lulus dari SMK dan bekerja, aku pun kembali menulis di blog. Kali ini setiap aku menulis di blog, aku selalu meminta pendapat teman perempuanku, Arin. Dia juga suka menulis bahkan saat ini dia sudah membuat banyak podcast yang inspiratif. Tak jarang Arin mengkritik karya tulisku. Katanya, tulisanku masih berantakan, jalan ceritanya masih kemana-mana dan terlalu panjang.

Dan sejak saat itu aku mulai meringkas tulisanku dan belajar cara membuat tulisan yang baik. Arin pun terkadang memberi masukan untuk mengangkat kejadian yang paling mengesankan untuk diceritakan kepada banyak orang. Salah satunya adalah alasanku kenapa aku menulis.

Jawabannya adalah karena aku adalah seorang yang pelupa. Menulis adalah caraku untuk mendokumentasikan rentetan kejadian yang terjadi hari ini, kemarin dan masa lalu. Sehingga aku dapat membacanya kembali dan kisahku dibaca oleh orang lain. Kurang lebih aku ingin mengenali diriku dan memperkenalkan diriku kepada orang lain. Karena sejak saat itu, aku menjadi sosok yang cenderung tertutup.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook